EPILOG
Kini semunya telah normal seperti seharusnya, seperti yang kamu mau. Tetapi tidak seperti yang aku mau. Bayangkan jika kamu mengambil mainan dari seorang anak kecil yang biasa ia memainkannya. aku telah kehilangan “kesayanganku”. Kehilangan yang mungkin, hingga saat ini, tidak bisa ditebus dalam cara apapun, dengan cara apapun. Sebuah kehilangan yang membuatku mengutuk kenyataan ini, berharap aku bisa dikembalikan ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya.
Hadapi ini. Bukan kenyataan yang kamu pijak jika kamu terus menginginkan masa lalu. Aku berusaha bangkit. Sekuatnya. Mengobati “kecanduan” ini.
Satu hal yang bisa “menghiburku” dan mengobati “sakaw” ini adalah kenyataan yang aku dengung-dengungkan sendiri bahwa kamu sebenarnya tidak pernah mencintaiku. Terkadang ini tidak mudah karena aku telanjur yakin aku-lah yang terbaik untukmu. Dunia ini tidak hanya kamu para lelaki yang mengisinya. Jadi, aku memilih cara yang wajar. Alamiah. Realistis. Mungkin bagi orang lain, cenderung fatalis. Pasrah begitu saja. Bahwa jika berjodoh, sesulit apapun ia terlihat untuk bersatu, maka pasti akan berjodoh. Dan kalau tidak berjodoh, sekeras apapun usaha untuk mempersatukan, pasti tidak akan bisa.
Aku menghormatimu sebagai wanita yang pernah singgah di hatiku, menghadirkan sensasi aneh di jantungku, membuatku mampu seolah-olah menaklukkan dunia. Tetapi kalau sekarang aku terlihat “berantakan” yang sepertinya gara-gara kamu, itu sebenarnya bukanlah salahmu. Banyak hal lainnya yang layak diajukan sebagai sebab kenapa aku tidak pantas – aku berharap belum – bersanding denganmu, meski terkadang aku membenci kenyataan bahwa ia akan bermuara pada diriku.
Tetapi, kamu mungkin juga lebih baik jika tanpa aku. Jika lebih dalam aku melihat ke diriku, aku sesekali meragukan kamu bisa menerima diriku apa adanya. Menurutku, banyak hal yang belum kamu ketahui tentang aku yang jika kamu mengetahuinya kamu mungkin menyesal telah “menyatu” denganku. Sebelum itu terlambat, sebelum itu semua terjadi, dengan tujuan menghibur diriku, sudah tepat keputusanmu sekarang menarik diri.
07 Juni 2008