Bill Gates (bersama dengan Paul Allen) menjadi semacam “Che Guevara”-nya dunia komputer ketika merevolusi mesin pintar ini. Bill Gates memperkenalkan seperangkat alat hitung yang seukuran meja belajar (kelak disebut Personal Computer) dari yang sebelumnya sebesar lemari dan kulkas.
Ponsel pun demikian. ketika sistem komunikasi GSM pertama kali diperkenalkan, piranti yang digunakan begitu besar dan mencolok, sehingga mungkin “bisa dipakai untuk melempar anjing”. sekarang? semuanya mungil-mungil, manis terlihat, dan cocok dan nyaman di genggaman.
Ponsel pula yang “bersusah payah” menggabungkan berbagai macam sarana audio dan visual menjadi satu yang disebut sebagai konvergensi, sebentuk revolusi dalam dunia komunikasi. kini, kita pasti tidak perlu repot-repot membawa telepon, kamera (digital atau analog), radio, walkman. semuanya bisa ditemukan hanya dalam satu piranti: ya ponsel itu (adakah merek yang disebut
)
Dalam sepakbola, kelahiran Total Football bisa jadi merupakan bentuk kegelisahan atau mungkin “rasa muak” alm. Rinus Michels melihat cara Italia memainkan gaya bermain “Catenaccio” yang negatif. terobosan yang dilakukan Rinus Michels itu terbukti mampu menghadirkan sepakbola indah, berdampingan dengan “Jogo Bonito”-nya Brasil, namun tetap penuh tenaga. kecuali Yunani di Euro 2004, berbagai negara di Eropa dan tentu saja termasuk Belanda sendiri, yang pernah menjuarai Euro sepanjang masa punya kemampuan memainkan sepakbola indah.
Sstt… ngomong-ngomong soal perubahan, dunia mungkin tidak akan seperti apa yang sekarang terlihat dan kita rasakan kini seandainya Karl Marx tidak menulis bukunya yang fenomenal itu, Das Kapital. “buku keramat” (yang anehnya sangat sedikit sekali mereka yang mampu menyelesaikan membacanya) kaum pergerakan itu memicu serangkaian efek domino demi perubahan dunia: Peristiwa Bolshevik di Rusia, kemunculan NAZI di Jerman, dan sedikit banyak, Bung Karno di Indonesia.
Baiklah. Jangan berpanjang-panjang dengan sejarah. Apa benang merah dari semua larik-larik paragraf di atas? Tidak bisa mengambil kesimpulan? Baiklah. Saya perjelas lagi. Sebutir benih yang ukurannya tidak lebih dari sebongkah kerikil adalah contoh nyata bagaimana perubahan itu terjadi. Ia dapat tumbuh mula-mula menjadi sepucuk tunas. Dan tunas itu tidak butuh waktu untuk menjelma pohon besar nan rindang.
Perubahan itu selalu terjadi. Marx, Darwin, Freud, Hitler, dan Bung Karno telah mengubah wajah dunia, meskipun ada yang tidak menyukainya. Yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Mengadopsi pidato presiden pertama R.I., Bung Karno, pada perayaan Sewindu kemerdekaan, perubahan itu tidak boleh berhenti. Sebab siapa yang berhenti, ia akan digiling, digilas oleh perubahan itu sendiri. Bagaimana dengan anda?


