setir sibuk

Anda tahu kafe waralaba Starbuck’s? Warung kopi gaul buat kalangan urban itu sekarang harus bersiap menghadapi ‘kompetitor’. Dan ini tidak main-main karena Starbuck’s mungkin akan tergerus pelanggannya. Namanya Setir Sibuk. Tapi tolong catat beberapa hal berikut: ‘kafe’ itu tidak mewaralabakan usahanya, setiap orang bebas ‘keluar-masuk’ dan – ini yang paling penting – tidak ada Hot-Spot untuk akses internet. Yang ada hanyalah hot-stove (kompor panas). Bagi anda yang tinggal di sekitar Landungsari, ‘kafe’ Setir Sibuk mungkin tidak asing lagi, terutama bagi penikmat kopi dan jajanan gorengan.



Kafe Setir Sibuk sebenarnya hanyalah sebentuk usaha jualan gorengan yang menu utamanya adalah pisang, weci, tempe, menjes yang semuanya, tentu saja digoreng. Disebut Setir Sibuk – sebagai gimmick untuk menyamakan penyebutannya dengan Starbuck’s – karena jualan itu terletak di pintu keluar terminal Landungsari sedikit bergeser ke timur. Suasana yang khas adalah anda bisa mengisi perut sejenak baru kemudian meloncat cepat ke angkot pilihan anda yang berseliweran. Percayalah bahwa demikianlah kenyataannya.



Tetapi sebenarnya dimana letak keistimewaannya sehingga lantas terburu-buru perlu disaingkan dengan Starbuck’s? Boleh percaya boleh tidak bahwa kesamaannya ada pada eksklusivitas. Saya yakin tidak semua orang bisa masuk Starbuck’s – termasuk saya. he..he..he.. dan ‘kafe’ setir sibuk menjadi satu-satunya jualan gorengan yang hanya buka….. DI PAGI HARI. Bahkan, ketika orang baru saja merapikan sajadah dan melipat mukenanya setelah shalat shubuh, ‘kafe’ itu sudah buka. Percayalah.



Ngopi, ngeteh atau minum apapun di sore hari mungkin sudah sering dilakukan. Sudah biasa. Tetapi, ngopi di awal hari; ketika langit masih merah dan para setan mungkin baru kembali dari menggoda manusia di malam sebelumnya, plus cangkru’an? pasti belum jamak dilakukan. Dan yang lebih mengagumkan lagi kalau anda berkenan menukar tidur anda di pagi hari dengan nongkrong di ‘kafe’ itu adalah suasananya. Karena letaknya persis di tepi jalan – terima kasih untuk pak polisi yang tidak meniupkan sempritannya – kita disuguhi berbagai pemandangan jalanan – tentang hikmah yang bisa diambil, tentu semuanya berpulang pada penglihatan yang menjalaninya. Selain itu, kita pun bisa merasakan perubahan langit. yang tadinya suasana gelap dan kemerahan berubah menjadi terang benderang sehingga jerawat dia yang ada sebelah kita dapat lebih jelas terlihat (bidadari, bukan setan kesiangan).



Oh ya… setir sibuk tidak buka 24 jam. Pukul 08 pagi kafe itu pasti sudah tutup. Kalau tidak, SatPol PP pasti akan ‘menyapa’ pengelolanya.

Leave a Reply