Archive for the 1 Category

Yang Tidak Berubah Adalah Perubahan Itu Sendiri

Posted in 1 on July 7, 2008 by thestolenkid

Bill Gates (bersama dengan Paul Allen) menjadi semacam “Che Guevara”-nya dunia komputer ketika merevolusi mesin pintar ini. Bill Gates memperkenalkan seperangkat alat hitung yang seukuran meja belajar (kelak disebut Personal Computer) dari yang sebelumnya sebesar lemari dan kulkas.

Ponsel pun demikian. ketika sistem komunikasi GSM pertama kali diperkenalkan, piranti yang digunakan begitu besar dan mencolok, sehingga mungkin “bisa dipakai untuk melempar anjing”. sekarang? semuanya mungil-mungil, manis terlihat, dan cocok dan nyaman di genggaman.

Ponsel pula yang “bersusah payah” menggabungkan berbagai macam sarana audio dan visual menjadi satu yang disebut sebagai konvergensi, sebentuk revolusi dalam dunia komunikasi. kini, kita pasti tidak perlu repot-repot membawa telepon, kamera (digital atau analog), radio, walkman. semuanya bisa ditemukan hanya dalam satu piranti: ya ponsel itu (adakah merek yang disebut :-) )

Dalam sepakbola, kelahiran Total Football bisa jadi merupakan bentuk kegelisahan atau mungkin “rasa muak” alm. Rinus Michels melihat cara Italia memainkan gaya bermain “Catenaccio” yang negatif. terobosan yang dilakukan Rinus Michels itu terbukti mampu menghadirkan sepakbola indah, berdampingan dengan “Jogo Bonito”-nya Brasil, namun tetap penuh tenaga. kecuali Yunani di Euro 2004, berbagai negara di Eropa dan tentu saja termasuk Belanda sendiri, yang pernah menjuarai Euro sepanjang masa punya kemampuan memainkan sepakbola indah.

Sstt… ngomong-ngomong soal perubahan, dunia mungkin tidak akan seperti apa yang sekarang terlihat dan kita rasakan kini seandainya Karl Marx tidak menulis bukunya yang fenomenal itu, Das Kapital. “buku keramat” (yang anehnya sangat sedikit sekali mereka yang mampu menyelesaikan membacanya) kaum pergerakan itu memicu serangkaian efek domino demi perubahan dunia: Peristiwa Bolshevik di Rusia, kemunculan NAZI di Jerman, dan sedikit banyak, Bung Karno di Indonesia.

Baiklah. Jangan berpanjang-panjang dengan sejarah. Apa benang merah dari semua larik-larik paragraf di atas? Tidak bisa mengambil kesimpulan? Baiklah. Saya perjelas lagi. Sebutir benih yang ukurannya tidak lebih dari sebongkah kerikil adalah contoh nyata bagaimana perubahan itu terjadi. Ia dapat tumbuh mula-mula menjadi sepucuk tunas. Dan tunas itu tidak butuh waktu untuk menjelma pohon besar nan rindang.

Perubahan itu selalu terjadi. Marx, Darwin, Freud, Hitler, dan Bung Karno telah mengubah wajah dunia, meskipun ada yang tidak menyukainya. Yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Mengadopsi pidato presiden pertama R.I., Bung Karno, pada perayaan Sewindu kemerdekaan, perubahan itu tidak boleh berhenti. Sebab siapa yang berhenti, ia akan digiling, digilas oleh perubahan itu sendiri. Bagaimana dengan anda?

Apakah Ia Mencintai Anda?

Posted in 1 on July 7, 2008 by thestolenkid

Anda sedang jatuh cinta ya? atau mungkin sedang berbunga-bunga karena gadis pujaan anda menerima dan membalas sepenuh hati setiap pesan singkat yang anda kirimkan? atau jangan-jangan anda sedang membayangkan sedang duduk di pelaminan saat pernikahan, tidak dengan yang lain, dengan si dia?

Berharap seperti itu dan semacamnya tentu boleh-boleh saja. meskipun belum tentu dia rela menghabiskan sisa hidupnya dengan anda, tidak ada salahnya berpikir positif melihat perkembangan hubungan yang anda jalani bersamanya. lagipula, masa-masa jatuh cinta adalah sebuah periode dimana “semuanya serba terbalik”. jadi, tidak heran kalau ada ungkapan tentang orang jatuh cinta bahwa “telek pitik iku iso rosone koyo coklat

Baiklah. apapun perasaan yang anda alami, itu hak anda. sah-sah saja. anda ingin katakan “saya gila karena cinta” semua orang yang mendengarnya hanya tersenyum. mereka tidak marah. apalagi protes. karena demikianlah cinta. anda mungkin baru akan dikirimkan ke Pakem atau Lawang kalau anda “tega” tidak bercelana sama sekali saat pergi ke pasar, misalnya.

Tetapi, sanggupkah anda menghadirkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini dalam hati anda: apakah ia sesungguhnya mencintai saya? apakah ia telah mengenal siapa saya sesungguhnya? dan, jika kelak ia mengetahui segalanya tentang saya, masihkah ia mencintai saya?

naaah, untuk membantu anda menjawab semua kegundahan dan kegelisahan anda itu, coba anda uji nyali anda dengan melakukan hal-hal berikut ini. kesemuanya jangan lantas dijadikan patokan bahwa kelak kalau anda berhasil melakukannya, ia akan makin lengket pada anda. tetapi, setidaknya yang anda lakukan itu bisa membantu si dia membuat keputusan paling penting dalam hidupnya.

  1. coba anda kentut di depan kekasih anda. kalau perlu, anda makan semua jenis makanan yang “output”-nya itu bisa menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi orang di sekitar anda; kira-kira 4 jam sebelum bertemu si dia, misalnya jengkol, sayuran, kacang. untuk menimbulkan “efek suara” segelas susu sapi murni perlu anda teguk agar “senjata pemusnah massal” itu bisa “menggelegar”.

  1. misalnya anda sedang pilek yang hidung anda penuh dengan lendir. beranikah anda membuang ingus itu di depan kekasih anda atau anda goyang-goyangkan hidung anda hingga terdengar bunyi “keplek-keplek-keplek-keplek”

  1. maukah anda mengorek-ngorek gigi anda dengan tusuk gigi di depan pacar anda? lebih berani lagi, setelah sisa makanan di mulut anda berhasil anda korek, coba anda tempelkan di hidung anda sendiri dan hidung si dia. pasti dia …….

Jika anda telah lakukan semua itu dan dia tenang-tenang saja dan mungkin malah makin terhibur (apa iya orang yang dikentutin bisa ketawa-ketiwi?), saya ucapkan selamat. percaya deh, dia yang akan merana kalau anda tinggalkan dia. tetapi kalau tidak, anda sebaiknya bersiap-siap melupakan semua kenangan manis bersamanya. serius. sueeerrr!!!

selipat 7

Posted in 1 on June 9, 2008 by thestolenkid

Anehnya, aku yang separuh hatiku telah dicampakkan masih bisa menyisihkan separuh hatiku yang lainnya tetap hanya untuk kamu. Selepas libur panjang, semuanya kembali seperti biasa. Kamu berlaku biasa. Aku masih sama dalam memperlakukanmu seperti sejak pertama ketemu. Seolah tidak terjadi peristiwa besar yang seharusnya menjadikan para pelakunya diliputi kebencian dan penyesalan kesumat bersamaan. Untungnya, tak seorang pun yang mengetahui “affair”-ku itu. Dengan pintarnya, aku bersikap seolah-olah aku mengenalmu hanya sebatas nama belaka. Tidak lebih. Dan mereka percaya. Di belakang kalian aku beraksi.

Aku mengangkat wajahku yang sedari tadi aku benamkan di antara lututku kala sedang duduk. Semua kenangan bersama kamu terasa sangat menyesakkan ketika kenyataan ini harus ditakdirkan terjadi. Aku seharusnya tidak bisa berlama-lama di masa lalu dan harus segera menjemput masa depan. Sayangnya, mereka terlalu manis untuk dilupakan begitu saja. Dan aku masih berusaha mengembalikan semua itu.

Awalnya, aku senang ketika kamu putuskan tidak memperpanjang “salah paham” antara kita. Aku pikir masa silam sedang terulang lagi. Aku sudah begitu senang membayangkan semua kenangan yang pasti akan kita ulangi lagi dan mungkin lebih baik lagi.

Satu pesan aku sampaikan untukmu sekedar menyapa. Hanya diam pada malam itu yang mengusik penantianku. Aku coba sekali lagi, kali ini dengan alasan yang semoga memantik kesediaanmu membalasnya. Aku kembali mendapatkan kosong. Engkau terlihat sepertinya masih bergeming. Mungkin alatnya dan dirinya sedang terpisah jauh. Aku menghibur diri, membayangkan bahwa di tempat barumu ini kamu lebih leluasa mengatur hidup dan keinginanmu sendiri. Hingga aku kelelahan menantimu dan terbangun saat hawa dingin awal hari membangunkanku yang tak berselimut, alatku tetap tak menampilkan satu pun pesan singkat darimu.

Aku sedih. Keputusanmu tidak mengakhiri dahagaku akan semua kenangan yang dulu pernah kita buat bersama. Atau dia mungkin sakit hati? Berulang kali aku berusaha menghilangkan dugaan polos seperti itu, tetapi semakin kuat aku berusaha, semakin dalam ia mencengkeram seluruh jiwa dan perasaanku, mengesankan bahwa benar adanya demikian. Tak bisa dipungkiri, bahwa kekeliruan dan kebodohanku telah membuatku kehilangan salah satu momen terbaik dalam hidupku, yang mungkin tidak akan terulang lagi. A chance in a lifetime. Rupanya, aku pikir, keputusanmu mengakhiri “perseturuan” kita aku salah menafsirkannya. Kamu. Aku. Kita memang berbeda.

Posted in 1 on May 17, 2008 by thestolenkid

untuk imunitas

Price to Pay

Posted in 1 on May 11, 2008 by thestolenkid

Jika anda telah membaca semua manfaat tentang GFO dan Susu Kedelai Organik, anda mungkin berpikir dibutuhkan biaya besar untuk memperolehnya mengingat khasiatnya serupa resep dokter.

GFO Kecil isi 113,4 Gram (konsumsi 1 minggu) Rp. 158.000,-
GFO Besar isi 453,6 Gram (konsumsi 1 bulan) Rp. 533.000,-

Susu Kedelai Organik 500 Gram Rp.45.000,-

Jadi, sehat tidak harus mahal, kan?

so anda bisa hubungi kami:

Arif Rakhman

Jl. Margo Basuki II/06 Jetis Sengkaling

Mulyoagung Dau Malang

Jawa Timur 65151

Mobile Phone : 0852 332 26062

E-mail : arifrakhman81@yahoo.co.id